Berita

Loading...

Sabtu, 26 November 2011

Melakukan Analisis Pembelajaran (Analysis Instructional)

(Pertemuan 3)

Analisis Intruksional adalah proses menjabarkan perilaku umum menjadi perilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis, dengan demikian akan tergambar susunan perilaku khusus dari yang awal sampai yang paling akhir (Atwi Suparman, 2001 : 89)...
Perlunya melakukan analisis instruksional, agar:
Ø  Pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus diberikan lebih dahulu dari yang lain dapat ditentukan dari hasil Analisis Instruksional.
Ø  Arah kegiatan instruksional jelas terlihat secara bertahap menuju pencapaian TIU
Ø  Terhindar dari pemberian isi pelajaran yang tidak relevan dengan TIU
Ø  Daftar TIK yang disusun konsisten dengan TIU
Ø  Materi Tes terperinci
Ø  Urutan isi pelajaran sistematis
Ø  Awal pembelajaran sesuai dengan kemampuan awal siswa
Ø  Penyajian dapat disesuaikan dengan karakteristik siswa

EMPAT  Struktur Kemampuan :
1.         Struktur Hierarkikal ; Susunan beberapa kemampuan yang menunjukkan bahwa untuk mencapai satu kemampuan perlu menguasai kemampuan sebelumnya.

2.   Struktur Prosedural ; Kedudukan beberapa kemampuan yang menunjukkan satu seri kegiatan / pekerjaan, tetapi tidak ada kemampuan yang menjadi prasyarat untuk kemampuan lainnya.

3. Struktur Pengelompokan ; Beberapa kemampuan yang satu dengan lainnya tidak memiliki ketergantungan, tetapi harus dimiliki secara lengkap untuk menunjang kemampun berikutnya. 

4.         Struktur Kombinasi ; Beberapa kemampuan yang susunannya terdiri dari bentuk hirarkikal, prosedural maupun pengelompokan.

Langkah-Langkah melakukan Analisis Instruksional:
  1. menuliskan Perilaku Umum (behavior = PLU) yang ada dalam TIU
  2. menulis setiap perilaku khusus (PLK) yang menjadi bagian dari PLU tersebut (5-10 buah, tetapi dapat lebih)
  3. menyusun PLK tersebut dalam daftar urutan logis, dimulai dari PLU, PLK yang paling dekat hubungannya dengan PLU, sampai yang paling jauh
  4. menambah atau mengurangi PLK jika perlu. Usahakan untuk melengkapi PLK tersebut.
  5. menulis setiap PLK dalam selembar kertas berukuran 3x5 cm
  6. menyusun kartu-kartu dalam struktur hirarkikal (urutan vertikal), prosedural (sejajar atau horizontal) dan pengelompokan menurut kedudukan yang satu dengan yang lain.
  7. bila perlu, tambahkan lagi PLK lain, atau kurangi bila berlebihan.
  8. gambarkan PLK-PLK tersebut dalam kotak-kotak di atas kertas lebar. Hubungkan kotak-kotak dengan garis vertikal (dengan tanda panah ke atas) untuk struktur hirarkikal atau horizontal (dengan tanda panah ke kanan) untuk struktur prosedural atau pengelompokan (garis hubung tanpa tanda panah)..
  9. meneliti kemungkinan menghubungkan dengan PLU lain (bila ada), dan PLK di bawahnya.
  10. memberi nomor urut pada setiap PLK, sampai PLK yang terdekat PLU.
  11. mengkonsultasikan dengan teman atau tutor.

***

Mengidentifikasi Perilaku dan Karakteristik Awal Siswa

                Bagi setiap pengajar, mengetahui perilaku dan karakteristik awal siswa diperlukan dalam menyusun tujuan instruksional. Menurut Deterline (1965), teknologi instruksional merupakan aplikasi teknologi perilaku untuk menghasilkan perilaku khusus secara sistematik dalam rangka mencapai tujuan instruksional. Keadaan awal siswa yang heterogen dengan latar belakang serta kemampuan yang berbeda-beda akan jadi penghambat bagi proses pencapaian tujuan instruksional bila sejak awal pengajar tidak mengidentifikasi perilaku dan karakteristik siswa yang akan diajar.
                Perilaku awal siswa merupakan suatu kemampuan yang telah dimiliki siswa sebelum mempelajari suatu materi yang baru. Kemampuan dapat berupa pengetahuan, keterampilan atau sikap yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari. Sedangkan karakteristik awal siswa merupakan potret atau gambaran kemampuan siswa yang berkenaan dengan latar belakang siswa. Artinya, guru harus mempertimbangkan materi dan strategi yang cocok dengan apa yang dibutuhkan siswa.
                Untuk mengatasi hal ini, ada tiga pendekatan yang dapat dipilih. Pertama , siswa menyesuaikan dengan materi pelajaran, dan kedua sebaliknya, materi pelajaran disesuaikan dengan siswa  dan yang ketiga adalah pendekatan kombinasi.
Ø Pendekatan pertama, siswa menyesuaikan dengan materi pelajaran, dapat dilakukan sebagai berikut:
1.   Seleksi penerimaan awal:
a. Pada saat pendaftaran siswa diwajibkan memiliki latar belakang pendidikan yang relevan dengan   program pendidikan yang akan diambilnya.
b. Setelah memenuhi syarat pendaftaran di atas, siswa mengikuti tes masuk dalam pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan program pendidikan yang akan diambilnya.
2.   Tes dan pengelompokkan siswa:
3.   Lulus mata pelajaran prasyarat
Ø Pendekatan kedua, materi pelajaran disesuaikan dengan siswa. Pendekatan ini hampir tidak memerlukan seleksi penerimaa siswa.
Ø Pendekatan ketiga  yang mengkombinasikan kedua pendekatan diatas mempunyai ciri sebagai berikut :
1. Menyeleksi penerimaan siswa atas dasar latar belakang pendidikan atau ijazah seleksi ini biasanya lebih   besifat administratif.
2. melaksanakan tes untuk mengetahui kemampuan dan karakteristik awal siswa tes ini tidak digunakan sebagai alat menyeleksi siswa, tetapi untuk dijadikan dasar penyusunan bahan  pelajaran.
3.  Menyusun bahan instruksional yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik awal siswa.
4. Menggunakan sistem instruksional yang memngkinkan siswa maju menurut kecepatan dan kemampuan masing – masing.
5. Memberikan supervisi kepada siswa secara individual.
                Jadi, mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa/peserta didik dan lingkungan adalah bertujuan untuk menentukan garis batas antara perilaku yang tidak perlu diajarkan dan perilaku yang harus diajarkan kepada siswa/peserta didik. Perilaku yang akan diajarkan ini kemudian dirumuskan dalam bentuk tujuan instruksional khusus atau TIK.
                Untuk melakukan kegiatan indentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa, maka kita harus mengetahui sumber yang dapat memberikan informasi kepada pendesain instruksional yang antara lain adalah :  1. Siswa; 2. Guru atau atasannya; 3. Pengelola pendidikan.
                Beberapa Komponen yang dapat dianalisis dalam kegiatan Menganalisis Karakteristik Awal Siswa meliputi:
a.    Pengalaman siswa
b.    Pengetahuan siswa
c.     Kegemaran siswa
d.    Kondisi fisik siswa
e.    Lingkungan keluarga siswa
f.     Lingkungan sosial
g.    Status sosial siswa
                Teknik yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi karakteristik awal siswa sama dengan teknik yang digunakan dalam mengidentifikasi perilaku awal, yaitu
a.    Kuesioner: bisa  berupa tes yang  berisi pertanyaan
b.    Interview: wawancara secara terstruktur
c.     Observasi: pengamatan terhadap proses pembelajaran         
d.    Tes: secara lisan atau tulisan (objektif dan essay)


***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar